Monday, 13 January 2014

PARADIGMA PENELITIAN

Paradigma penelitian merupakan pola pikir yang menunjukkan hubungan antar variabel yang akan diteliti. Berdasarkan hal tersebut, maka penelitian yang merumuskan paradigma adalah penelitian yang bersifat asosiatif.
Paradigma penelitian dapat digunakan sebagai panduan dalam hal:
  •        Merumuskan masalah
  •        Merumuskan hipotesis
  •        Menentukan teknik statistic yang akan digunakan

Paradigma Sederhana
Menunjukkan hubungan satu variabel independen (X) dengan satu variabel dependen (Y).
Contoh : X = Penampilan kerja dan Y = Produktivitas kerja
Gambar 1. Paradigma Sederhana
Berdasarkan paradigma tersebut maka dapat ditentukan rumusan masalah deskriptif untuk variabel dependen dan variabel independen. Dan selanjunya dapat ditentukan rumusan masalah asosiatif atau hubungan antara variabel dependen dan variabel independen.

Paradigma Sederhana Berurutan
Menunjukkan hubungan antara satu variabel dengan variabel lain secara berurutan.
Contoh : X1 = Tata ruang kantor; X2 = Penghasilan; X3 = Prestasi kerja dan Y = Kesejahteraan

Gambar 2. Paradigma Sederhana Berurutan
Untuk mencari hubungan antar variabel dapat digunakan korelasi sederhana.

Paradigma Ganda dua Variabel Independen
Menunjukkan hubungan bersama-sama antara X1 dengan  X2 terhadap Y
Contoh : X1 = Tata ruang kantor; X2 = Kepemimpinan dan Y = Kelancaran kerja

Gambar 3. Paradigma Ganda Dua Variabel Independen
Terdapat tiga rumusan masalah deskriptif dan empat rumusan masalah asosiatif yaitu tiga korelasi sederhana dan satu korelasi ganda.

Paradigma Ganda dengan Tiga Variabel Independen
Contoh : X1 = Pemahaman terhadap tugas; X2 = Kepemimpinan; X3 = Kepuasan kerja dan Y  = Produktivitas kerja
Gambar 4. Paradigma Ganda dengan Tiga Variabel Independen
Terdapat empat rumusan masalah deskriptif dan enam korelasi sederhana serta minimal satu korelasi ganda.

Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Dependen
Contoh : X1 = Tingkat pendidikan; Y1 = Kepuasan kerja dan Y2 = Kematangan kerja 
Gambar 5. Paradigma Ganda dengan Dua Variabel Dependen
Terdapat tiga rumusan masalah deskriptif dan tiga korelasi sederhana antara X1 dengan Y1, X1 dengan Y2 dan Y1 dengan Y2. Analisis regresi juga dapat digunakan.

Paradigma Jalur Sederhana
Contoh : X1 = Status Social Ekonomi; X2 = IQ; X3 = Motivasi berprestasi dan Y = Prestasi
Gambar 6. Paradigma Jalur Sederhana
Terdapat tiga variabel independen dengan satu variabel dependen. Teknik yang digunakan dinamakan path analisys. Analisis dilakukan dengan menggunakan korelasi, regresi dan jalur sehingga dapat diketahui untuk sampai pada variabel dependen terakhir, harus lewat jalur langsung atau melalui variabel intervening. Terdapat empat rumusan masalah deskriptif dan enam masalah rumusan masalah hubungan jalur.

Paradigma Jalur Ganda
Contoh : X1 = Kematangan pribadi; X2 = Gaya kepemimpinan; X3 = Wibawa kepemimpinan; X4 = Kematangan guru; X5 = Gaya kepemimpinan; X6 = Wibawa kepemimpinan kepala sekolah dan Y = Hasil belajar. 
Gambar 7. Paradigma Jalur Ganda


Reference : 
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta. Bandung.
- Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & B. Bandung.
- Priyatno, Duwi. 2010. Paham Analisa Statistik Data dengan SPSS. Mediakom. Yogyakarta.


Reactions:

0 comments:

Post a Comment