Tuesday, 1 April 2014

ANALISIS OF VARIANCE (ANOVA)

Analisis Of Variance atau dikenal dengan ANOVA atau analisis variansi atau analisis ragam merupakan pengembangan dari uji T. Anova termasuk analisis parametrik sama halnya dengan uji beda mean sebelumnya, sehingga harus memenuhi asumsi agar dalam penafsirannya valid. Adapun asumsi tersebut adalah :
1. Populasi berdistribusi normal
2. Sampel diambil secara acak dan saling bebas
3. Populasi memiliki kesamaan varians (homoskedastisitas).
4. Komponen dalam varians bersifat aditif.

Jadi sebelum dilakukan analisis ragam, hendaklah menguji asumsi apakah terpenuhi atau tidak.

Secara umum, ANOVA menguji dua varians berdasarkan hipotesis nol bahwa kedua varians itu sama. Varians pertama adalah antar sampel (among sample) dan varians kedua adalah varians di dalam masing-masing sampel (within samples). Dalam pengujiannya menggunakan uji-F (perbandingan antara varians antar sampel dengan varians yang ada di dalam sampel) karena digunakan untuk pengujian yang lebih dari dua sampel. 

Terdiri dari tiga jenis uji Anova, yaitu:
1. One Way ANOVA (Analisis ragam satu jalur), didasarkan pada pengamatan satu kriteria.
2. Two Way ANOVA (Analisis ragam dua jalur), didasarkan pada pengamatan dua kriteria.
3. Multi Way ANOVA (Analisis ragam banyak jalur), didasarkan pada pengamatan lebih dari dua kriteria.

Tujuan analisis ragam ini adalah untuk melihat apakah ada pengaruh beberapa kriteria terhadap hasil yang kita inginkan. Biasanya digunakan dalam bidang psikologi, teknik, biologi, kedokteran, dll. 

Dalam hipotesis uji, yang dibandingkan adalah mean atau varians dari pengamatan yang kita teliti.

Adapun contoh kasus yang dapat menggunakan analisis varians, yaitu:
Bila ingin menguji hipotesis ada tidaknya perbedaan secara signifikan antara penghasilan pegawai negeri, petani, pedagang, dan nelayan, maka digunakan ANOVA satu jalur. Dan selanjutnya jika ingin dibandingkan juga apakah ada perbedaan secara signifikan penghasilan antara pegawai negeri, petani, pedagang dan nelayan berdasarkan jenis kelamin, maka digunakan ANOVA dua jalur.

Dalam bentuk tabel dapat kita lihat:
1. One Way ANOVA

Hipotesis ujinya :
Ho : Tidak terdapat perbedaan penghasilan antara pegawai negeri, petani, pedagang dan nelayan.
Ha : Terdapat perbedaan penghasilan antara pegawai negeri, petani, pedagang dan nelayan.

2. Two Way ANOVA
 atau

Hipotesis Ujinya :
Ho. Tidak terdapat perbedaan penghasilan antara pegawai negeri, petani, pedagang dan nelayan berdasarkan gender.
Ha : Terdapat perbedaan penghasilan antara pegawai negeri, petani, pedagang dan nelayan berdasarkan gender.

Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah :
1. Sampel diambil secara acak dan dikelompokkan berdasarkan kriteria tertentu.
2. Memilih metode apa yang paling tepat.
3. Menghitung variability seluruh sampel.
4. Menghitung derajat kebebasan.
Menghitung varians antar sampel dan varians dalam sampel.
5. Menghitung nilai F.
6. Mencari nilai F-tabel pada tabel distribusi F.
7. Membandingkan F dengan F-tabel.
8. Membuat kesimpulan.

Selajutnya akan kita bahas mengenai One-Way ANOVA dan Two Way ANOVA.


Reactions:

0 comments:

Post a Comment