Sunday, 16 March 2014

ONE SAMPLE T TEST (Uji t Satu Sampel)

One sample t test merupakan salah satu uji parametrik. Biasanya digunakan untuk ukuran sampel dibawah 30. Syaratnya adalah data berupa kuantitatif dan memiliki distribusi normal.

Pengujian satu sampel pada prinsipnya ingin menguji apakah suatu nilai tertentu yang digunakan sebagai pembanding berbeda secara nyata ataukah tidak dengan rata-rata sebuah sampel. Nilai tertentu disini pada umumnya adalah sebuah nilai parameter untuk mengukur suatu populasi. 

Contoh hiipotesis ujinya adalah :
Ho : Kualitas pelayanan pramuniaga toko di Yogyakarta paling tinggi 70% dari kriteria yang diharapkan
Ha : Kualitas pelayanan pramuniaga toko di Yogyakarta lebih tinggi dari 70% dari kriteria yang diharapkan

Uji ini juga dapat digunakan untuk mengetahui perbedaan rata-rata populasi yang digunakan sebagai pembanding dengan rata-rata sebuah sampel. Dari hasil ini apakah akan diketahui bahwa rata-rata populasi yang digunakan sebagai pembanding secara signifikan berbeda dengan rata-rata sebuah sampel, jika ada perbedaan, rata-rata manakah yang lebih tinggi.

Contoh hipotesis ujinya adalah :
Ho : Rata-rata nilai matematika mahasiswa semester 3 kampus A tidak berbeda dengan rata-rata nilai matematika mahasiswa keseluruhan di kampus A.
Ha : Rata-rata nilai matematika mahasiswa semester 3 kampus A berbeda dengan rata-rata nilai matematika mahasiswa keseluruhan di kampus A.

Biasanya one sample t-test digunakan untuk hipotesis deskriptif dan hipotesis komparatif (pembanding (see this Hipotesis).  Dalam pengujian untuk mengambil keputusan analisa data kita bandingkan dengan tabel t atau dengan menggunakan MS Excel, yaitu ketik "=tinv(alpha; (n-1))" sebagai contoh jika nilai signifikansi alpha yang dipilih adalah 5% (=0,05) dan ukuran sampel n=30. Maka t-tabel adalah "=tinv(0,05;29)".

Ada beberapa bentuk one sample t-test, yaitu :

1. Uji pihak kanan
Dikatakan sebagai uji pihak kanan karena t-tabel dibagi dua dan diletakkan dibagian kanan kurva.

Contoh hipotesis ujinya adalah :
Ho : Tingkat kualitas pelayanan pramuniaga toko di Yogyakarta paling tinggi 70% dari kriteria yang diharapkan.
Ha : Tingkat kualitas pelayanan pramuniaga toko d i Yogyakarta lebih 70% dari kriteria yang diharapkan.

Hipotesis Statistik :


2. Uji pihak kiri
Dikatakan sebagai uji pihak kiri karena t-tabel dibagi dua dan diletakkan dibagian kiri kurva.

Contoh hipotesis ujinya adalah :
Ho : Kualitas pelayanan pramuniaga toko di Yogyakarta adalah paling sedikit 70% dari kriteria yang diharapkan.
Ha : Tingkat kualitas pelayanan pramuniaga toko di Yogyakarta kurang 70% dari kriteria yang diharapkan.

Hipotesis Statistik :
3. Uji dua pihak
Dikatakan sebagai uji dua pihak karena t-tabel dibagi dua dan diletakkan dibagian kiri dan kanan kurva.

Contoh hipotesis ujinya adalah :
Ho : Tingkat kualitas pelayanan pramuniaga toko di Yogyakarta mencapai 70% dari kriteria yang diharapkan.
Ha : Tingkat kualitas pelayanan pramuniaga toko di Yogyakarta tidak mencapai 70% dari kriteria yang diharapkan.

Hipotesis Statistik :
Statistik uji yang digunakan adalah 

Ayoo kita terapkan untuk data kualitas pelayanan pramuniaga, dimana kita akan menguji apakah kualitas pelayanan pramuniaga toko di Yogyakarta paling tinggi adalah 70% dari kriteria yang diharapkan, berarti 
70% x 40 = 28 karyawan.

Contoh hipotesis ujinya adalah :
Ho : Kualitas pelayanan pramuniaga toko di Yogyakarta paling sedikit 70% dari kriteria yang diharapkan.
Ha : Tingkat kualitas pelayanan pramuniaga toko d i Yogyakarta kurang 70% dari kriteria yang diharapkan.

Hipotesis Statistik :







Langkah Pertama adalah menguji asumsi :
1. Data adalah berupa data kuantitaif
2. Data berdistribusi normal bisa dilihat pengujian sebelumnya seperti uji normalitas data kualitas pelayanan pramuniaga
3. Menghitung nilai rata-rata dan standar deviasi serta menghitung nilai t.
jadi nilai t adalah 
sedangkan nilai t-tabel adalah 1,6853 (tabel t).

Keputusan : 
t-hitung = -6,257 <  t-tabel=1,6853. Ho ditolak dan Ha diterima.
Kesimpulan : 
Tingkat kualitas pelayanan pramuniaga toko di Yogyakarta paling tinggi 70% dari kriteria yang diharapkan.

Selamat Mencoba..untuk uji t lainnya...

^_^

Reference:
- Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Bisnis. Alfabeta. Bandung.
- Sugiyono. 2009. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R & B. Bandung.
- Priyatno, Duwi. 2010. Paham Analisa Statistik Data dengan SPSS. Mediakom. Yogyakarta.
- Sugiyono, 2008. Statistik Nonparametris untuk Penelitian. Alfabeta. Bandung.
- Mendenhall, Sincinch. 1996. A Second Course In Statistics. Regression Analysis. Fifth Edition. Prentice Hall Internatiomal Edition. 

Reactions:

7 comments:

  1. jika meneliti tentang pengaruh pemilihan presiden terhadap abnormal return sebelum peristiwa A, setelah peristiwa B dan antara peristiwa A dan B, alat uji apa yang digunakan dan judul yang tepat digunakan apa? trimakasih sebelumnya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Siang Mba Lupiana Sianipar, sebenarnya jenis analisis tergantung dari tujuan penelitian dan jenis data yang diambil. banyak alat analisis yang digunakan baik uji parametrik atau pun non parametrik. Penelitian mba sepertinya berkaitan dengan adanya perlakuan terhadap sampel (dalam hal ini perlakuan A dan B) dan akan dilihat apakah perlakuan ini berpengaruh terhadap abnormal return.
      Kami belum dapat mengkaji detail data yang mba gunakan untuk diskusi silahkan hubungi kami di eka.melly@gmail.com
      Thank mba :)

      Delete
  2. aku pake uji one sample t test pada perhitungan abnormal return pada pengumuman pemilihan presiden, menghitung sebelum peristiwa dengan hari H pengumuman dan setelah peristiwa dengan hari H, ada penjelasannya gak ya??

    ReplyDelete
  3. Maaf sebelumnya, bukankah jika t hitung < t tabel Ho diterima dan Ha ditolak dan sebaliknya?

    ReplyDelete